Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani
Klik untuk perbesar

Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani

Shoez (Susmiadi, S.T.) ·Oil on Canvas
Pelukis: Shoez (Susmiadi, S.T.) Media: Oil on Canvas Ukuran: 70 x 100 cm

Lihat Detail

Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani adalah salah seorang ulama besar asal Makkah yang dikenal luas karena kedalaman ilmu, keluasan wawasan, kelembutan akhlak, dan kecintaannya kepada Rasulullah SAW. Beliau merupakan keturunan Rasulullah SAW melalui jalur Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan berasal dari keluarga Al-Maliki Al-Hasani yang selama beberapa generasi memiliki hubungan erat dengan Masjidil Haram sebagai imam, ulama, dan ahli ilmu.

Sejak usia dini, kecerdasan dan ketekunan beliau dalam menuntut ilmu telah tampak begitu kuat. Beliau dikenal telah menghafal Al-Qur’an pada usia tujuh tahun dan menguasai Al-Muwattha’ karya Imam Malik pada usia 15 tahun. Penguasaan tersebut membuat beliau mendapat julukan “Al-Muwattha’ berjalan”, sebuah gambaran atas keluasan hafalan dan kedalaman penguasaan ilmu yang beliau miliki sejak usia muda.

Lahir di Makkah pada tahun 1944, Abuya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat kuat dalam tradisi keilmuan Islam. Perjalanan pendidikannya kemudian membawanya menimba ilmu kepada para ulama besar di berbagai negeri dan memperoleh pengalaman akademik di sejumlah lembaga pendidikan terkemuka, termasuk Al-Azhar, Ummul Qura, dan King Abdul Aziz University.

Namun, keistimewaan Abuya tidak hanya terletak pada keluasan ilmu dan pencapaian akademiknya. Beliau dikenal sebagai murabbi, seorang pendidik yang membentuk ilmu sekaligus akhlak murid-muridnya. Rumah beliau di Makkah menjadi tempat berkumpulnya para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia. Dalam majelis-majelis tersebut, ilmu disampaikan dengan kelembutan, keteladanan, dan perhatian yang mendalam terhadap pembentukan karakter.

Bagi banyak murid, perjumpaan dengan Abuya bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh pengetahuan. Sosok beliau menjadi teladan tentang bagaimana ilmu dapat melahirkan kerendahan hati, kasih sayang, adab, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Di antara karya beliau yang paling dikenal adalah Mafahim Yajib an Tusahhah (Pemahaman-Pemahaman yang Harus Diluruskan), sebuah karya yang membahas berbagai persoalan penting dalam pemahaman keislaman dan menjadi salah satu karya yang banyak diperbincangkan dalam upaya menjaga pemahaman Islam yang moderat, berilmu, dan jauh dari sikap ekstrem.

Warisan Abuya tidak berhenti pada kitab-kitab yang beliau tulis. Ia juga hidup melalui ribuan murid yang membawa ilmu, adab, dan nilai-nilai yang mereka terima dari majelis beliau ke berbagai penjuru dunia.

Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dikenang sebagai ulama, pendidik, dan murabbi yang memadukan keluasan ilmu dengan kelembutan akhlak. Keteladanan beliau mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya sesuatu yang dipelajari dan dihafalkan, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak, kasih sayang, penghormatan kepada Rasulullah SAW, dan kepedulian terhadap umat.

Harga
Rp 8.000.000
Tersedia
Tanyakan produk ini
atau hubungi langsung
Chat via WhatsApp
Butuh sesuatu yang custom? Pesan Custom
Ditambahkan ke keranjang
Rp 8.000.000
Hubungi Kami